Berita

Benchmarking ke Inspektorat Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Kota Banjar dan Kabupaten Banjar

11 November 2016

Jakarta -  Dalam rangka meningkatkan kapabilitas APIP melalui IACM Inspektorat Utama Setjen DPR RI,  Tim Inspektorat I Setjen DPR RI mengadakan Benchmarking ke  Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan, dan  Kota Banjarmasin serta  Inspektorat Kabupaten Banjar pada tanggal 9 s.d. 11 Nopember 2016. Tim  Inspektorat I Setjen DPR RI, sebanyak 10 orang yang terdiri dari  Inspektur I, Para Auditor dan  Para Kasubag dan staf Bagian Tata Usaha Ittama.  Benchmarking ke Inspektorat  Provinsi  Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin serta Inspektorat Kabupaten Banjar dilaksanakan  pada tanggal 9 sampai dengan 11  Nopember 2016. Rombongan Inspektorat I Setjen DPR RI, yang dipimpin  Inspektur I diterima oleh  Inspektur Provinsi  Kalimantan Selatan, Inspektur Kota Banjarmasin dan Inspektur  Kabupaten Banjar.

Tim Diterima Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan

 Dalam acara “Kulo Nuwun” ke Inspektorat Provinsi  Kalimantan Selatan, langsung diterima  Inspekturnya, Wing Ariansyah beserta  2 Inspektur Pembantu di Kantor  Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan,  di Banjar Baru.

 

     Tim diterima Inspektorat Kota Banjarmasin

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kota Banjarmasin, Anisa menjelaskan bahwa pencapaian Level Maturitas SPIP pada level 3 diawali dengan membangun  Mindsetting aparatur APIP Kota Banjarmasin yang  mengedepankan etos kerja keras dengan terus memegang teguh nilai-nilai.  Sehingga, setiap hari Senin dibacakan kembali Kode Etik Auditor/Pengawas pada waktu kegiatan Apel Pagi. Berkaitan dengan pembangunan entitas, Anisa menjelaskan bahwa Inspektorat Kota Banjarmasin membentuk  Tim Auditor Pembina yang menangani pembinaan SKPD-SKPD.

 

      

Tim Diterima Inspektorat Kota Banjarmasin

 

Tim Diterima Inspektorat Kabupaten Banjar 

Insepktur  Kabupaten Banjar, Imam Suharjo, menjelaskan  bahwa  dalam pembangunan inspektorat secara keseluruhan  diawali dengan  membangun nilai-nilai yang dipergunakan sebagai landasan dalam bekerja  baru membangun sistem yang akan dipergunakan. Lebih lanjut, Imam Suharjo menjelaskan agar dalam  nilai-nilai terus dijunjung tinggi maka setiap ada penugasan  ada penandatanganan pakta Integritas.  (Ittama Setjen DPR RI)